Gejala Sifilis Pria

Gejala sifilis pria terkadang telihat tidak begitu jelas. Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) segolongan dengan herpes yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri Treponemia pallidum yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir atau melalui kulit. Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat sehingga dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Gejala sifilis timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi; rata-rara 3-4 minggu. Gejala sifilis pria juga dapat menginfeksi janin dalam kandungan hingga menyebabkan cacat bawaan. Seseorang yang pernah terinfeksi sifilis tidak akan kebal dan bisa terinfeksi kembali. Infeksi dapat menetap selama bertahun-tahun.  Satu kali kontak seksual dengan mitra seksual terinfeksi memberikan kemungkinan 10% menderita sifilis. Penyakit yang tidak diobati akan dapat berkembang melalui 4 tahap yang berbeda yaitu primer, sekunder, laten, tersier. Sifilis congenital mempunyai perjalanan penyakit dan gejala-gejala sendiri.

Gejala sifilis pria pada lesi primer sifilis adalah munculnya luka infeksi atau yang sering disebut dengan chancre keras, papula yang padat dengan idurasi tanpa rasa sakit atau ulkus dengan tepi meninggi yang muncul 10 hari hingga 3 bulan (rata-rata 3 minggu)  setelah masuknya triponema ke dalam tubuh.  Chancree ini dapat terletak di genitalia eksterna, serviks atau vagina atau daerah kulit manapun atau membrane mukosa tubuh tetapi seringkali tidak terlihat pada wanita. Siapapun yang menyentuh luka yang terinfeksi tersebut dapat tertular chancree ini. Chancree awal ini berkembang 3-4 minggu setelah infeksi dan dapat hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu. Lesi primer menetap selama 1-5 minggu dan kebanyakan diikuti penyembuhan spontan. Setiap lesi yang dicurigai sebagaichancree harus dilakukan pemeriksaan lapangan gelap, untuk mencari adanya triponema karena tidak tersedia biakan. Uji serologis untuk sifilis harus dilakukan setiap minggu selama 6 minggu atau sampai positif (biasanya reaktif 1-4 minggu setelah muncul chancre).

Erupsi kulit genelisata (macula, mekulopapuler, papuler atau pustule) atau gejala sifilis pria sekunder yang muncul 2 minggu hingga 6 bulan setelah lesi primer. Tahap sekunder gejala sifilis pria dapat berkembang 4-10 minggu setelah munculnya chancre.  Fase ini memiliki banyak gejala, yang mirip dimiliki oleh penyakit lain. Ruam yang terjadi difus, bilateral, berupa erupsi papuloskuamosa simetris yang dapat mengenai telapak tangan dan kaki. Terdapat lesi di perincum (papula yang basah, kondiloma latum) dan positif untuk treponema pada pemeriksaan lapangan gelap atau penelitian imunofluoresen. Mungkin terdapat bercak mukoca lainnya disamping alopesia setempat, hepatitis atau nefritis. Limfadenopati generalisata khas terjadi. Lesi sekunder menetap selama 2-6 minggu dan sembuh spontan. Uji serologi hampir selalu positif pada tahap ini. Keluhan atau gejala yang mucul karena penyakit sifilis ini biasanya adalah badan terasa demam, nyeri pada sendi, nyeri otot, sakit tenggorokan, serta gejala sifilis lain seperti flu, ruam seluruh tubuh (biasanya pada telapak tangan dan kaki), sakit kepala, nafsu makan menurun, mengalami kerontokan pada rambut anda, dan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejala sifilis laten adalah silif yang tidak diobati setelah gejala-gejala sekunder menghilang. Pasien ini tetap infeksius selama 1-2 tahun dan dapat kambuh kembali menyerupai ciri ciri tahap gejala sifilis sekunder. Keadaan laten ini dapat berlangsung sekitar 1 tahun, namun pada umumnya dapat terjadi hingga sampai 5-20 tahun, bahkan sampai seumur hidup atau berakhir dengan berkembangnya sifilis tersier yang terjadi pada sepertiga pasien. Selama tahap ini berlangsung, ada beberapa cara mengdiagnosis gejala sifilis pria yang termasuk akurat dengan cara membaca riwayat kesehatan si penderita sifilis tersebut, dapat pula dengan melakukan tes darah, bila terjadi sifilis kongenital pada anak yang baru dilahirkan.

Sekitar 20-30% orang akan mengalami fase kekambuhan infeksi yang diderita selama tahap laten ini. Face kambuhnya infeksi ini dapat terjadi berulang kali. Pada wanita hamil, penderita sifilis ini akan dapat menularkan penyakit sifilis terhadap anak yang dikandungnya yang berakibat keguguran, atau bayi dapat mati saat lahir, Bisa juga si bayi akan jerjangkit firus sifilis kongenital.

Sifilis tersier terjadi berlanjutnya sepertiga dari penderita sifilis laten setelah bertahun tahun kemudian. Pada Fase sifilis tersier ini terjadi masalah komplikasi sifilis yang serius seperti neurosifilis dan sifilis kardiovaskula yang terjadi pada jantung, otak, kulit, serta tulang. Untungnya dengan melakukan penanganan pengobatan gejala sifilis pria yang cepat dan tepat pada 3 fase atau stadium awal di atas, sekarang sangat jarang ditemukan lagi penderita sifilis tersier. Tahap tersier adalah tahap sifilis yang paling dapat merusak.

Gejala sifilis pria yang terjadi pada tahap akhir seperti munculnya luka besar di dalam tubuh atau pada kulit luar anda yang sering disebut gummata. Terjadinya kerusakan pada jantung serta pembuluh darah dalam tubuh anda yang disebut sifilis kardiovaskular. Serta tanda sifilis yang mempengaruhi sistem syaraf anda yang disebut neorosifilis.

Meskipun penderita gejala sifilis dapat diobati di klinik spesialis penyakit kelamin atau di rumah sakit, namun anda juga tetap harus mencari perawatak darurat apabila anda memiliki gangguan pengelihatan yang menyerang anda secara tiba tiba, nyeri mata saat melihat lampu yang terang, kaku pada leher, demam tinggi, atau bagian tubuh lainnya yang tiba tiba merasakan lemah. Karena gejala sifilis pria juga dapat mengakibatkan penyakit stroke.

Posted in Gejala Sifilis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Sifilis dan Gejalanya

Penyakit sifilis dan gejalanya yang timbul pada manusia. Sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang kompleks, disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Perjalanan gejala sifilis ini cenderung kronis dan bersifat sistemik. Hampir semua alat tubuh dapat diserang, termasuk sistem kardiovaskuler dan saraf. Selain itu wanita hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya ke janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital yang dapat menyababkan kelainan bawaan atau bahkan kematian. Jika cepat terdeteksi dan diobati, sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotika. Tetapi jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke fase selanjutnya dan meluas ke bagian tubuh lain di luar alat kelamin.

Penyakit sifilis dan gejalanya memiliki empat stadium yaitu face primer, face sekunder, face laten dan fase tersier. Tiap stadium perkembangan memiliki gejala penyakit yang berbeda-beda dan menyerang organ tubuh yang berbeda-beda pula.

Berikut empat stadium yang menjelasankan penyakit sifilis dan gejalanya:

1. Stadium Dini (primer)

Penyakit sifilis dan gejalanya muncul tiga minggu setelah infeksi, timbul lesi pada tempat masuknya Treponema pallidum. Lesi gejala sifilis pada umumnya hanya satu. Terjadi afek primer biasanya dimulai dengan munculnya luka infeksi berupa penonjolan-penonjolan kecil yang erosif, berkuran 1-2 cm, berbentuk bulat, dasarnya bersih, merah, kulit disekitarnya tampak meradang, dan bila diraba ada pengerasan. Luka seperti ini sering disebut chancre. Kelainan ini tidak nyeri. Dalam beberapa hari, erosi dapat berubah menjadi ulkus berdinding tegak lurus, sedangkan sifat lainnya seperti pada afek primer. Keadaan ini dikenal sebagai ulkus durum. Siapapun yang menyentuh luka yang terinfeksi sifilis tersebut dapat tertular dengan sendirinya.

Sekitar tiga sampai empat minggu kemudian terjadi penjalaran ke kelenjar getah bening di daerah lipat paha. Kelenjar tersebut membesar, padat, kenyal pada perabaan, tidak nyeri, tunggal dan dapat digerakkan bebas dari sekitarnya. Keadaan ini disebut sebagai sifilis stadium 1 kompleks primer. Lesi umumnya terdapat pada alat kelamin, dapat pula di bibir, lidah, tonsil, putting susu, jari dan anus. Tanpa pengobatan, lesi dapat hilang spontan dalam 4-6 minggu, cepat atau lambatnya bergantung pada besar kecilnya lesi.

2. Stadium Sekunder

Pada umumnya Penyakit sifilis dan gejalanya yang ada pada stadium II atau stadium sekunder ini muncul, saat sifilis stadium I sudah sembuh. Waktu antara sifilis I dan II umumnya antara 6-8 minggu yang berkembang 4-10 minggu setelah munculnya chancre. Kadang-kadang terjadi masa transisi, yakni sifilis I masih ada saat timbul gejala stadium II.

Sifat yang khas pada gejala sifilis adalah jarang ada rasa gatal. Gejala sifilis konstitusi seperti nyeri pada kepala, demam, anoreksia, nyeri pada tulang, dan leher yang biasanya mendahului, nyeri otot, sakit tenggorokan, serta gejala lain seperti flu, ruam seluruh tubuh (biasanya pada telapak tangan dan kaki), sakit kepala, nafsu makan menurun, rambut rontok, dan pembengkakan kelenjar getah bening. kadang-kadang bersamaan dengan kelainan pada kulit. Kelainan kulit yang timbul berupa bercak-bercak atau tonjolan-tonjolan kecil. Tidak terdapat gelembung bernanah. Sifilis stadium II seringkali disebut sebagai The Greatest Immitator of All Skin Diseases karena bentuk klinisnya menyerupai banyak sekali kelainan kulit lain.

Selain pada kulit, stadium ini juga dapat mengenai selaput lendir dan kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Biasanya raum memiliki warna kecoklat kemerahan, kecil dengan ukuran 2cm yang dalam beberapa kasus lain terlihat seperti masalah kulit biasa.

3. Stadium Laten

Lesi yang khas adalah guma yang dapat terjadi 3-7 tahun setelah infeksi atau sekitar 1-2 tahun pertama yang ditandai dengan kambuhnya ciri ciri penyakit sifilis dan gejalanya yang terlihat pada fase sebelunnya. Guma umumnya satu, dapat multipel, ukuran milier sampai berdiameter beberapa sentimeter. Guma dapat timbul pada semua jaringan dan organ, termasuk tulang rawan pada hidung dan dasar mulut. Guma juga dapat ditemukan pada organ dalam seperti lambung, hati, limpa, paru-paru, testis dan sebagainya. Kelainan lain berupa nodus di bawah kulit, kemerahan dan nyeri. Setelah lebih dari 2 tahun sanda menjalani face laten ini mungkin anda sudah tidak memiliki gejala sifilis yang anda derita.

Namun kemungkinan untuk ibu hamin masih bisa mengeluarkan atau menularkan penyakit sifilis ini kepada bayi dalam kandungannya. Stadium laten mungkin hanya berlangsung sekitar 1 tahun, namun pada umumnya dapat terjadi hingga 5-20 tahun lamanya. Penyakit sifilis dan gejalanya tidak memiliki tanda tanda tertentu, namun ada beberapa cara untuk mengdiagnosis penyakit sifilis ini dengan cara melakukan tes darah atau menanyakan tentang riwayat penyakit sifilis kepada dokter yang pernah merawat anda.

4. Sifilis Tersier

Termasuk dalam kelompok gejala sifilis ini adalah sifilis kardiovaskuler dan neurosifilis (pada jaringan saraf). Umumnya timbul 10-20 tahun setelah infeksi primer. Sejumlah 10% penderita sifilis akan mengalami stadium ini. Pria dan orang kulit berwarna lebih banyak terkena. Kematian karena sifilis terutama disebabkan oleh stadium ini.Pada stadium ini anda akan mengalami masalah komplikasi yang terjadi pada jantung, otak, kulit, dan tulang.

Diagnosis pasti sifilis ditegakkan apabila dapat ditemukan Treponema pallidum. Pemeriksaan dilakukan dengan mikroskop lapangan gelap sampai 3 kali (selama 3 hari berturut-turut). Bila penyakit sifilis dan gejalanya tidak segera diobati, tahap tersier mungkin mulai akan dimulai 1 tahun setelah infeksi awal atau setelah bertahun-tahun kemudian. Namun karena kemajuan dunia kedokteran, saat ini sifilis pada tahap ini sudah jarang terjadi.

Posted in Gejala Sifilis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Tanda Penyakit Sifilis

Gejala dan tanda penyakit sifilis kini agak jarang dijumpai, apalagi setelah diperkenalkannya antibiotika penisillin. Penyebabnya adalah T. pallidum. T. Pallidung itu sendiri memiliki arti Bakteri spiroseta dengan subspesies yang dapat menyebabkan beberapa penyakit treponema seperti sifilis, bejel, pinta, dan frambusia. Yang diserang oleh penyakit ini adalah semua organ tubuh, sehingga cairan tubuh mengandung T. pallidum.

Sifilis adalah sejenis penyakit menular seksual (PMS) yang berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak dan organ tubuh lainnya. Jika tidak segera diobati selama bertahun tahun, timbulnya gejala dan tanda penyakit sifilis dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius. Sebagian beras orang yang menderita penyakit sifilis adalah laki laki sekitar tiga per lima dari kasus yang pernah terjadi. Penyakit sifilis tidak menular melalui peralatan makan, kolam renang, handuk, ataupun tempat duduk, melainkan melalui hubungan seksual.

Stadium lanjut menyerang sistem pembuluh darah dan jantung, otak dan susunan saraf. Penjalaran menuju janin yang sedang berkembang dalam rahim dapat menimbulkan kelainan bawaan janin dan infeksi dini saat persalinan.

Gejala dan Tanda Penyakit Sifilis

Pada umumnya, gejala dan tanda penyakit sifilis muncul pada daerah daerah yang sering terjadi kontak seksual seperti pada alat kelamin, mulut atau anus. Penyakit sifilis memiliki gejala dan tanda yang muncul bertahap serta penderita tidak sadar telah terinfeksi penyakit sifilis hingga gejala tahap akhir muncul.

Berikut beberapa gejala yang timbul pada penyakit sifilis, antara lain :

1. Tanda awal dari sifilis adalah muncul rasa sakit di bagian anus, alat kelamin atau mulut pada sekitar tiga sampai 12 minggu setelah berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi sifilis. Setelah satu atau dua minggu, rasa sakit akan menghilang tapi bakteri tetap berada dalam tubuh.

2. Sekitar 6 sampai 12 bulan setelah terinfeksi, tahap kedua terjadi. Gejala dan tanda penyakit sifilis adalah munculnya ruam pada telapak tangan dan telapak kaki serta wajah dan bagian tubuh yang lain. Kadang rambut di alis dan di kepala terjadi kerontokan.

3. Tahap ketiga dimulai sekitar dua tahun setelah infeksi. Pada saat ini, bakteri telah merusak sistem saraf, otak dan sistem darah penderita.

Masa inkubasi penyakit sifilis cukup panjang sekitar 10-90 hari dan rata-rata 3 minggu. Timbul perlukaan di tempat infeksi masuk. Terdapat infiltrat (pemadatan karena serbuan sel darah putih) yang selanjutnya mengelupas dan menimbulkan perlukaan dengan ciri perlukaan dengan permukaan bersih, berwarna merah, kulit sekitarnya tidak terdapat tanda radang, membengkak, dan sebagian tidak terasa nyeri. Perlukaan mendatar dapat berubah menjadi ulkus karena dindingnya tegak lurus ke dalam, ulkus ini tidak nyeri dan disebut ulkus durum. Penyakit infeksi dapat menyebar ke daerah kelenjar getah bening regional yang berbentuk soliter artinya tidak ada perlekatan tanpa rasa nyeri dan pergerakannya bebas.

Penyebaran yang telah mengenai kelenjar regional disebut sifilis stadium I dengan kompleks primer. Dalam keadaan demikian sebagian besar penderita telah memeriksakan diri sehingga segera mendapatkan pengobatannya.

Penemuan penisilin sangat menguntungkan karena menjadi obat khas untuk gejala dan tanda penyakit sifilis. Pada abad ke 16-17 sifilis melanda Eropa dengan angka kematian dan kesakitan yang tinggi. Kini sifilis tidak terlalu banyak lagi dijumpai oleh karena usaha preventif dan pengobatan yang cukup intensif.

Anda beresiko terjangkit penyakit sifilif apabila anda selalu melakukan hubungan seks yang tidak aman dan atau tanpa menggunakan perlindungan. Contoh penularan penyakit sifilis salah satunya seperti oral seks yang dianggap cukup aman justru malah terbuktu dapat menularkan penyakit sifilif. Sekitar 14% penularan penyakit sifilif ini disebsbkan dari oral seks ini. Ada pula lika di mulit akibat bakteri sifilis yang secara fisik mirip dengan sariawan sehingga penderita kadang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terjangkit penyakit sifilif dan terlambat untuk mendapatkan pengobatan.

Cara Mencegah Sifilis

Pencegahan penyakit sifilis agar terhindar dari gejala dan tanda penyakit sifilis yang bisa dilakukan adalah :

– Selalu gunakan kondom saat berhubungan seks dengan pasangan anda. Dan atau bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal.

– Sebelum melakukan hubungan seksual, komunikasikan dengan pasangan tentang seks yang aman.

– Terbukalah mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan dan pastikan mereka tidak melakukan seks dengan orang lain.

– Batasi pasangan seks

– Lakukan tes penyakit menular seksual secara berkala.

– Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama

- Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual

- Menghindari Alkohol dan obat-obat terlarang

Pengobatan yang dilakukan pada saat muncul gejala dan tanda penyakit sifilis dengan meminum obat antibiotik yang diberikan dokter sebagai usaha penyembuhan dan perawatan bagi penderita. Jangan terkejut apabila dokter menanyakan tentang kemungkinan anda melakukan hubungan seksual tidak aman dengan orang lain, dikarenakan ada kemungkinan meraka juga sudah terjangkit virus sifilis sebelum anda.

Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter kepada penderita sifilin adalah pinisilin yang terkadang juga memberikan suntikan procaine pinisilin. Atau bisa juga dengan mengkonsumsi kapsul azithromycin yang memiliki kemungkinan penderita akan merasakan gatal akibat beberapa jenis bekteri sifilis terbukti kebal terhadap pengobatan azithromycin yang dilakukan.

 

Posted in Gejala Sifilis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Sifilis Pada Ibu Hamil

Tanda-tanda Sifilis Pada Ibu Hamil yang disebabkan oleh spiroketa Treponema pallidum. Treponema pallidum adalah bakteri spiroseta dengan subspesies yang dapat menyebabkan penyakit treponema seperti sifilis, bejel, pinta, dan frambusia yang memiliki sitoplasma atau membran luar. Treponema pallidum hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya yang terlihat dengan menggunakan penarangan lapangan gelap.

Sifilis primer biasanya mempunyai masa inkubasi antara 10-90 hari, tetapi biasanya kurang dari 6 minggu. Kehamilan tidak mempengaruhi jalannya sifilis. Namun sebaliknya, pengaruh sifilis terhadap kehamilan sangat besar karena menyebabkan keguguran, persalinan kurang bulan, kematian anak dalam rahim, atau anak lahir dengan lues kongenital. Sifilis masih merupakan penyebab yang penting dari kematian anak. Infeksi paling dini terjadi pada bulan kelima kehamilan. Apabila infeksi terjadi tidak lama sebelum persalinan (< 6 minggu), anak lahir sehat. Akan tetapi, sebaliknya makin jauh infeksi ibu terjadi makin baik prognosis bagi anak. Plasenta dari sifilis sering lebih besar dari biasa dan banyak infarknya.

Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil dapat dicegah salah satunya dengan tidak berhubungan seksual dengan yang hukan pasangannya. Dapat juga dengan cara menghindari konsumsi obat obatan terlarang dan minum minuman yang mengandung alkohol. Dan yang sangat penting adalah dengan cara menjaga pola hidup yang sehat agar daya tubuh tidak lemah dan tetap terjaga.

 

Diagnosis Sifilis atau Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil:

1. Jika dalam anamnesis terdapat riwayat persalinan kurang bulan atau kelahiran mati, keguhuran, sifilis harus dipertimbangkan kembali.

2. Serologis : Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) slide test atau rapid plasma reagin (RPR) merupakan uji penapisan yang terdapat di lakukan saat kunjungan pertama. Hasil positif akan diperoleh setelah 4-6 minggu terinfeksi. Hasil tes serologis ini perlu dikonfirmasikan dengan tes lain untuk treponema, antara lain : Fluorescent Treponemal Antibody Absorption Test (FTA-ABS) dan Microhemagglutination assay for antibodies to treponema pallidum (TPHA).

3. Adanya gejala-gejala sifilis pada ibu, seperti efek primer atau kondiloma lata. Gejala dan atau Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil diantaranya:

A. Keluarnya cairan Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan). Dan rasa nyeri atau sakit pada saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual dengan pasangan.

B. Adanya luka lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan adanya pembengkakan kelenjar getah bening. Serta timbul kelainan kulit di kelamin atau di sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol. Rasa gatal pada alat kelamin atau sekitarnya.

C. Tanda tanda sifilis pada ibu hamiltidak menunjukkan gejala yang sangat jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan penyakit sifilis ini. Hanya muncul Perubahan warna kulit dan mata.

D. Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu terjadinya pembengkakan kelenjar Bartholin sehingga penderita susah berjalan karena rasa nyeri yang disarakannya. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

4. Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil dengan tanda lues pada anak :

a. Hati dan limpa membesar
b. Osteokondritis luetik
c. Pemfigus luetik (gelembung berisi cairan pada kulit, telapak tangan dan kaki)
d. Rinitis hemoragi dan anemi

Kadang-kadang anak sehat waktu lahir, tetapi gejala-gejala lues timbul setelah beberapa minggu atau bulan. Karena banyak penderita tidak memperlihatkan gejala-gejala, pemeriksaan serologis (VDRL atau TPHA) secara rutin pada wanita hamil sangatlah diperlukan.

Terapi Penyakit Sifilis

Pemeriksaan untuk mengenali Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil adalah dengan melakukan pemeriksaan pada bayi yang kemungkinan akan menunjukkan tanda-tanda pada hati dan pada limpa serta peradangan tulang. Untuk mengecek Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil dapat melakukan Tes antibodi treponemal (FTA-ABS) Pemeriksaan cepat plasma reagin (Rapid Plasma Reagin) Uji laboratorium penyakit kelamin (VDRL)

Penisilin masih merupakan pengobatan pilihan. Pengobatan yang direkomendasikan pada wanita hamil dengan sifilis dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Penisilin adalah sekelompok antibiotik yang berasal dari jamur penicillium. Secara historis antibiotik penisilin sangat penting sebagai obat yang efektif untuk melawan penyakit yang serius seperti sifilis dan infeksi staphylococcus.
Tanda-tanda bahwa anak menderita sifilis antara lain :

a. Titer serologis dalam darah anak lebih tinggi daripada dalam darah ibu dan titer naik dalam bulan-bulan pertama kehidupan si bayi.

b. Reaksi positif setelah 3 bulan.

c. Adanya tanda-tanda osteokondritis atau periostitis pada foto Rontgen

d. Adanya T. pallida dalam preparat yang dibuat dari kelainan kulit anak dan ruam pada mulut, alat kelamin dan anus. Ruam diawali dengan munculnya luka lepuh kecil di telapak tangan dan kaki.

Sifilis Kongenital - Infeksi Sifilis Pada Bayi

 

Terapi Sifilis Untuk Bayi

Anak diberi 600.000 S pensilin G/kb berat badan untuk menghindari reaksi Jarisch-Herxheimer, penisilin diberikan dengan dosis yang mula-mula rendah dan setiap hari dinaikkan agar virus sifilin tidak terus menerus semakin parah. dan sebagai cara menghindari munculnya tanda-tanda sifilis pada ibu hamil selanjutnya.

 

Posted in Gejala Sifilis | Tagged , , , , , , | Leave a comment