Gejala dan Tanda Penyakit Sifilis

Gejala dan tanda penyakit sifilis kini agak jarang dijumpai, apalagi setelah diperkenalkannya antibiotika penisillin. Penyebabnya adalah T. pallidum. T. Pallidung itu sendiri memiliki arti Bakteri spiroseta dengan subspesies yang dapat menyebabkan beberapa penyakit treponema seperti sifilis, bejel, pinta, dan frambusia. Yang diserang oleh penyakit ini adalah semua organ tubuh, sehingga cairan tubuh mengandung T. pallidum.

Sifilis adalah sejenis penyakit menular seksual (PMS) yang berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak dan organ tubuh lainnya. Jika tidak segera diobati selama bertahun tahun, timbulnya gejala dan tanda penyakit sifilis dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius. Sebagian beras orang yang menderita penyakit sifilis adalah laki laki sekitar tiga per lima dari kasus yang pernah terjadi. Penyakit sifilis tidak menular melalui peralatan makan, kolam renang, handuk, ataupun tempat duduk, melainkan melalui hubungan seksual.

Stadium lanjut menyerang sistem pembuluh darah dan jantung, otak dan susunan saraf. Penjalaran menuju janin yang sedang berkembang dalam rahim dapat menimbulkan kelainan bawaan janin dan infeksi dini saat persalinan.

Gejala dan Tanda Penyakit Sifilis

Pada umumnya, gejala dan tanda penyakit sifilis muncul pada daerah daerah yang sering terjadi kontak seksual seperti pada alat kelamin, mulut atau anus. Penyakit sifilis memiliki gejala dan tanda yang muncul bertahap serta penderita tidak sadar telah terinfeksi penyakit sifilis hingga gejala tahap akhir muncul.

Berikut beberapa gejala yang timbul pada penyakit sifilis, antara lain :

1. Tanda awal dari sifilis.

Gejala awal adalah muncul rasa sakit di bagian anus, alat kelamin atau mulut pada sekitar tiga sampai 12 minggu setelah berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi sifilis. Setelah satu atau dua minggu, rasa sakit akan menghilang tapi bakteri tetap berada dalam tubuh.

2. Tahap kedua penyakit sifilis.

Sekitar 6 sampai 12 bulan setelah terinfeksi, tahap kedua terjadi. Gejala dan tanda penyakit sifilis adalah munculnya ruam pada telapak tangan dan telapak kaki serta wajah dan bagian tubuh yang lain. Kadang rambut di alis dan di kepala terjadi kerontokan.

3. Tahap ketiga penyakit sifilis.

Tahap ketiga dimulai sekitar dua tahun setelah infeksi. Pada saat ini, bakteri telah merusak sistem saraf, otak dan sistem darah penderita.

Masa inkubasi penyakit sifilis cukup panjang sekitar 10-90 hari dan rata-rata 3 minggu. Timbul perlukaan di tempat infeksi masuk. Terdapat infiltrat (pemadatan karena serbuan sel darah putih) yang selanjutnya mengelupas dan menimbulkan perlukaan dengan ciri perlukaan dengan permukaan bersih, berwarna merah, kulit sekitarnya tidak terdapat tanda radang, membengkak, dan sebagian tidak terasa nyeri. Perlukaan mendatar dapat berubah menjadi ulkus karena dindingnya tegak lurus ke dalam, ulkus ini tidak nyeri dan disebut ulkus durum. Penyakit infeksi dapat menyebar ke daerah kelenjar getah bening regional yang berbentuk soliter artinya tidak ada perlekatan tanpa rasa nyeri dan pergerakannya bebas.

Penyebaran yang telah mengenai kelenjar regional disebut sifilis stadium I dengan kompleks primer. Dalam keadaan demikian sebagian besar penderita telah memeriksakan diri sehingga segera mendapatkan pengobatannya.

Penemuan penisilin sangat menguntungkan karena menjadi obat khas untuk gejala dan tanda penyakit sifilis. Pada abad ke 16-17 sifilis melanda Eropa dengan angka kematian dan kesakitan yang tinggi. Kini sifilis tidak terlalu banyak lagi dijumpai oleh karena usaha preventif dan pengobatan yang cukup intensif.

Anda beresiko terjangkit penyakit sifilif apabila anda selalu melakukan hubungan seks yang tidak aman dan atau tanpa menggunakan perlindungan. Contoh penularan penyakit sifilis salah satunya seperti oral seks yang dianggap cukup aman justru malah terbuktu dapat menularkan penyakit sifilif. Sekitar 14% penularan penyakit sifilif ini disebsbkan dari oral seks ini. Ada pula lika di mulit akibat bakteri sifilis yang secara fisik mirip dengan sariawan sehingga penderita kadang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terjangkit penyakit sifilif dan terlambat untuk mendapatkan pengobatan.

Cara Mencegah Sifilis

Pencegahan penyakit sifilis agar terhindar dari gejala dan tanda penyakit sifilis yang bisa dilakukan adalah :

– Selalu gunakan kondom saat berhubungan seks dengan pasangan anda. Dan atau bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal.

– Sebelum melakukan hubungan seksual, komunikasikan dengan pasangan tentang seks yang aman.

– Terbukalah mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan dan pastikan mereka tidak melakukan seks dengan orang lain.

– Batasi pasangan seks

– Lakukan tes penyakit menular seksual secara berkala.

– Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama

– Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual

– Menghindari Alkohol dan obat-obat terlarang

Pengobatan yang dilakukan pada saat muncul gejala dan tanda penyakit sifilis dengan meminum obat antibiotik yang diberikan dokter sebagai usaha penyembuhan dan perawatan bagi penderita. Jangan terkejut apabila dokter menanyakan tentang kemungkinan anda melakukan hubungan seksual tidak aman dengan orang lain, dikarenakan ada kemungkinan meraka juga sudah terjangkit virus sifilis sebelum anda.

Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter kepada penderita sifilin adalah pinisilin yang terkadang juga memberikan suntikan procaine pinisilin. Atau bisa juga dengan mengkonsumsi kapsul azithromycin yang memiliki kemungkinan penderita akan merasakan gatal akibat beberapa jenis bekteri sifilis terbukti kebal terhadap pengobatan azithromycin yang dilakukan.

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Sifilis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *