Gejala Sifilis Pria

Gejala sifilis pria terkadang telihat tidak begitu jelas. Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) segolongan dengan herpes yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri Treponemia pallidum yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir atau melalui kulit. Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat sehingga dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Gejala Sifilis Pria

Gejala sifilis timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi; rata-rara 3-4 minggu. Gejala sifilis pria juga dapat menginfeksi janin dalam kandungan hingga menyebabkan cacat bawaan. Seseorang yang pernah terinfeksi sifilis tidak akan kebal dan bisa terinfeksi kembali. Infeksi dapat menetap selama bertahun-tahun.  Satu kali kontak seksual dengan mitra seksual terinfeksi memberikan kemungkinan 10% menderita sifilis. Penyakit yang tidak diobati akan dapat berkembang melalui 4 tahap yang berbeda yaitu primer, sekunder, laten, tersier. Sifilis congenital mempunyai perjalanan penyakit dan gejala-gejala sendiri.

Gejala Sifilis

Gejala Sifilis

 

Gejala sifilis pria pada lesi primer sifilis adalah munculnya luka infeksi atau yang sering disebut dengan chancre keras, papula yang padat dengan idurasi tanpa rasa sakit atau ulkus dengan tepi meninggi yang muncul 10 hari hingga 3 bulan (rata-rata 3 minggu)  setelah masuknya triponema ke dalam tubuh.  Chancree ini dapat terletak di genitalia eksterna, serviks atau vagina atau daerah kulit manapun atau membrane mukosa tubuh tetapi seringkali tidak terlihat pada wanita. Siapapun yang menyentuh luka yang terinfeksi tersebut dapat tertular chancree ini. Chancree awal ini berkembang 3-4 minggu setelah infeksi dan dapat hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu. Lesi primer menetap selama 1-5 minggu dan kebanyakan diikuti penyembuhan spontan. Setiap lesi yang dicurigai sebagaichancree harus dilakukan pemeriksaan lapangan gelap, untuk mencari adanya triponema karena tidak tersedia biakan. Uji serologis untuk sifilis harus dilakukan setiap minggu selama 6 minggu atau sampai positif (biasanya reaktif 1-4 minggu setelah muncul chancre).

Erupsi kulit genelisata (macula, mekulopapuler, papuler atau pustule) atau gejala sifilis pria sekunder yang muncul 2 minggu hingga 6 bulan setelah lesi primer. Tahap sekunder gejala sifilis pria dapat berkembang 4-10 minggu setelah munculnya chancre.  Fase ini memiliki banyak gejala, yang mirip dimiliki oleh penyakit lain. Ruam yang terjadi difus, bilateral, berupa erupsi papuloskuamosa simetris yang dapat mengenai telapak tangan dan kaki. Terdapat lesi di perincum (papula yang basah, kondiloma latum) dan positif untuk treponema pada pemeriksaan lapangan gelap atau penelitian imunofluoresen. Mungkin terdapat bercak mukoca lainnya disamping alopesia setempat, hepatitis atau nefritis. Limfadenopati generalisata khas terjadi. Lesi sekunder menetap selama 2-6 minggu dan sembuh spontan. Uji serologi hampir selalu positif pada tahap ini. Keluhan atau gejala yang mucul karena penyakit sifilis ini biasanya adalah badan terasa demam, nyeri pada sendi, nyeri otot, sakit tenggorokan, serta gejala sifilis lain seperti flu, ruam seluruh tubuh (biasanya pada telapak tangan dan kaki), sakit kepala, nafsu makan menurun, mengalami kerontokan pada rambut anda, dan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejala sifilis laten adalah silif yang tidak diobati setelah gejala-gejala sekunder menghilang. Pasien ini tetap infeksius selama 1-2 tahun dan dapat kambuh kembali menyerupai ciri ciri tahap gejala sifilis sekunder. Keadaan laten ini dapat berlangsung sekitar 1 tahun, namun pada umumnya dapat terjadi hingga sampai 5-20 tahun, bahkan sampai seumur hidup atau berakhir dengan berkembangnya sifilis tersier yang terjadi pada sepertiga pasien. Selama tahap ini berlangsung, ada beberapa cara mengdiagnosis gejala sifilis pria yang termasuk akurat dengan cara membaca riwayat kesehatan si penderita sifilis tersebut, dapat pula dengan melakukan tes darah, bila terjadi sifilis kongenital pada anak yang baru dilahirkan.

Sekitar 20-30% orang akan mengalami fase kekambuhan infeksi yang diderita selama tahap laten ini. Face kambuhnya infeksi ini dapat terjadi berulang kali. Pada wanita hamil, penderita sifilis ini akan dapat menularkan penyakit sifilis terhadap anak yang dikandungnya yang berakibat keguguran, atau bayi dapat mati saat lahir, Bisa juga si bayi akan jerjangkit firus sifilis kongenital.

Sifilis tersier terjadi berlanjutnya sepertiga dari penderita sifilis laten setelah bertahun tahun kemudian. Pada Fase sifilis tersier ini terjadi masalah komplikasi sifilis yang serius seperti neurosifilis dan sifilis kardiovaskula yang terjadi pada jantung, otak, kulit, serta tulang. Untungnya dengan melakukan penanganan pengobatan gejala sifilis pria yang cepat dan tepat pada 3 fase atau stadium awal di atas, sekarang sangat jarang ditemukan lagi penderita sifilis tersier. Tahap tersier adalah tahap sifilis yang paling dapat merusak.

Gejala sifilis pria yang terjadi pada tahap akhir seperti munculnya luka besar di dalam tubuh atau pada kulit luar anda yang sering disebut gummata. Terjadinya kerusakan pada jantung serta pembuluh darah dalam tubuh anda yang disebut sifilis kardiovaskular. Serta tanda sifilis yang mempengaruhi sistem syaraf anda yang disebut neorosifilis.

Meskipun penderita gejala sifilis dapat diobati di klinik spesialis penyakit kelamin atau di rumah sakit, namun anda juga tetap harus mencari perawatak darurat apabila anda memiliki gangguan pengelihatan yang menyerang anda secara tiba tiba, nyeri mata saat melihat lampu yang terang, kaku pada leher, demam tinggi, atau bagian tubuh lainnya yang tiba tiba merasakan lemah. Karena gejala sifilis pria juga dapat mengakibatkan penyakit stroke.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Sifilis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>