Gejala Sifilis Pria

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponemia pallidum yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir atau melalui kulit.. Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat sehingga dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Gejala sifilis pria juga dapat menginfeksi janin dalam kandungan hingga menyebabkan cacat bawaan. Seseorang yang pernah terinfeksi sifilis tidak akan kebal dan bisa terinfeksi kembali. Gejala sifilis biasanya muncul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi. Infeksi dapat menetap selama bertahun-tahun.  Satu kali kontak seksual dengan mitra seksual terinfeksi memberikan kemungkinan 10% menderita sifilis. Penyakit yang tidak diobati akan berlanjut dari sifilis primer ke sifilis sekunder, sifilis laten dan akhirnya sifilis tersier. Sifilis congenital mempunyai perjalanan penyakit dan gejala-gejala sendiri.

Gejala sifilis pria pada lesi primer sifilis adalah chancre keras, papula yang padat dengan idurasi tanpa rasa sakit atau ulkus dengan tepi meninggi yang muncul 10 hari hingga 3 bulan (rata-rata 3 minggu)  setelah masuknya triponema ke dalam tubuh. Chancree ini dapat terletak di genitalia eksterna, serviks atau vagina atau daerah kulit manapun atau membrane mukosa tubuh tetapi seringkali tidak terlihat pada wanita. Lesi primer menetap selama 1-5 minggu dan kebanyakan diikuti penyembuhan spontan. Setiap lesi yang dicurigai sebagaichancree harus dilakukan pemeriksaan lapangan gelap, untuk mencari adanya triponema karena tidak tersedia biakan. Uji serologis untuk sifilis harus dilakukan setiap minggu selama 6 minggu atau sampai positif (biasanya reaktif 1-4 minggu setelah muncul chancre).

Erupsi kulit genelisata (macula, mekulopapuler, papuler atau pustule) atau gejala sifilis pria sekunder muncul 2 minggu hingga 6 bulan setelah lesi primer. Ruam yang terjadi difus, bilateral, berupa erupsi papuloskuamosa simetris yang dapat mengenai telapak tangan dan kaki. Terdapat lesi di perincum (papula yang basah, kondiloma latum) dan positif untuk treponema pada pemeriksaan lapangan gelap atau penelitian imunofluoresen. Mungkin terdapat bercak mukoca lainnya disamping alopesia setempat, hepatitis atau nefritis. Limfadenopati generalisata khas terjadi. Lesi sekunder menetap selama 2-6 minggu dan sembuh spontan. Uji serologi hampir selalu positif pada tahap ini.

Sifilis laten adalah silif yang tidak diobati setelah gejala-gejala sekunder menghilang. Pasien ini tetap infeksius selama 1-2 tahun dan dapat kambuh menyerupai tahap sekunder. Keadaan laten ini dapat berlangsung seumur hidup atau berakhir dengan berkembangnya sifilis tersier yang terjadi pada sepertiga pasien.

 

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Sifilis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>