Tanda-Tanda Sifilis Pada Ibu Hamil

Tanda-tanda Sifilis Pada Ibu Hamil yang disebabkan oleh spiroketa Treponema pallidum. Treponema pallidum adalah bakteri spiroseta dengan subspesies yang dapat menyebabkan penyakit treponema seperti sifilis, bejel, pinta, dan frambusia yang memiliki sitoplasma atau membran luar. Treponema pallidum hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya yang terlihat dengan menggunakan penarangan lapangan gelap.

Sifilis primer biasanya mempunyai masa inkubasi antara 10-90 hari, tetapi biasanya kurang dari 6 minggu. Kehamilan tidak mempengaruhi jalannya sifilis. Namun sebaliknya, pengaruh sifilis terhadap kehamilan sangat besar karena menyebabkan keguguran, persalinan kurang bulan, kematian anak dalam rahim, atau anak lahir dengan lues kongenital. Sifilis masih merupakan penyebab yang penting dari kematian anak. Infeksi paling dini terjadi pada bulan kelima kehamilan. Apabila infeksi terjadi tidak lama sebelum persalinan (< 6 minggu), anak lahir sehat. Akan tetapi, sebaliknya makin jauh infeksi ibu terjadi makin baik prognosis bagi anak. Plasenta dari sifilis sering lebih besar dari biasa dan banyak infarknya.

Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil dapat dicegah salah satunya dengan tidak berhubungan seksual dengan yang hukan pasangannya. Dapat juga dengan cara menghindari konsumsi obat obatan terlarang dan minum minuman yang mengandung alkohol. Dan yang sangat penting adalah dengan cara menjaga pola hidup yang sehat agar daya tubuh tidak lemah dan tetap terjaga.

Diagnosis Sifilis atau Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil:

1. Jika dalam anamnesis terdapat riwayat persalinan kurang bulan atau kelahiran mati, keguhuran, sifilis harus dipertimbangkan kembali.

2. Serologis : Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) slide test atau rapid plasma reagin (RPR) merupakan uji penapisan yang terdapat di lakukan saat kunjungan pertama. Hasil positif akan diperoleh setelah 4-6 minggu terinfeksi. Hasil tes serologis ini perlu dikonfirmasikan dengan tes lain untuk treponema, antara lain : Fluorescent Treponemal Antibody Absorption Test (FTA-ABS) dan Microhemagglutination assay for antibodies to treponema pallidum (TPHA).

3. Adanya gejala-gejala sifilis pada ibu, seperti efek primer atau kondiloma lata. Gejala dan atau Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil diantaranya:

A. Keluarnya cairan Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan). Dan rasa nyeri atau sakit pada saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual dengan pasangan.

B. Adanya luka lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan adanya pembengkakan kelenjar getah bening. Serta timbul kelainan kulit di kelamin atau di sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol. Rasa gatal pada alat kelamin atau sekitarnya.

C. Tanda tanda sifilis pada ibu hamiltidak menunjukkan gejala yang sangat jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan penyakit sifilis ini. Hanya muncul Perubahan warna kulit dan mata.

D. Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu terjadinya pembengkakan kelenjar Bartholin sehingga penderita susah berjalan karena rasa nyeri yang disarakannya. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

4. Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil dengan tanda lues pada anak :

a. Hati dan limpa membesar
b. Osteokondritis luetik
c. Pemfigus luetik (gelembung berisi cairan pada kulit, telapak tangan dan kaki)
d. Rinitis hemoragi dan anemi

Kadang-kadang anak sehat waktu lahir, tetapi gejala-gejala lues timbul setelah beberapa minggu atau bulan. Karena banyak penderita tidak memperlihatkan gejala-gejala, pemeriksaan serologis (VDRL atau TPHA) secara rutin pada wanita hamil sangatlah diperlukan.

Terapi Penyakit Sifilis

Pemeriksaan untuk mengenali Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil adalah dengan melakukan pemeriksaan pada bayi yang kemungkinan akan menunjukkan tanda-tanda pada hati dan pada limpa serta peradangan tulang. Untuk mengecek Tanda-tanda sifilis pada ibu hamil dapat melakukan Tes antibodi treponemal (FTA-ABS) Pemeriksaan cepat plasma reagin (Rapid Plasma Reagin) Uji laboratorium penyakit kelamin (VDRL)

Penisilin masih merupakan pengobatan pilihan. Pengobatan yang direkomendasikan pada wanita hamil dengan sifilis dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Penisilin adalah sekelompok antibiotik yang berasal dari jamur penicillium. Secara historis antibiotik penisilin sangat penting sebagai obat yang efektif untuk melawan penyakit yang serius seperti sifilis dan infeksi staphylococcus.
Tanda-tanda bahwa anak menderita sifilis antara lain :

a. Titer serologis dalam darah anak lebih tinggi daripada dalam darah ibu dan titer naik dalam bulan-bulan pertama kehidupan si bayi.

b. Reaksi positif setelah 3 bulan.

c. Adanya tanda-tanda osteokondritis atau periostitis pada foto Rontgen

d. Adanya T. pallida dalam preparat yang dibuat dari kelainan kulit anak dan ruam pada mulut, alat kelamin dan anus. Ruam diawali dengan munculnya luka lepuh kecil di telapak tangan dan kaki.

Terapi Sifilis Untuk Bayi

Anak diberi 600.000 S pensilin G/kb berat badan untuk menghindari reaksi Jarisch-Herxheimer, penisilin diberikan dengan dosis yang mula-mula rendah dan setiap hari dinaikkan agar virus sifilin tidak terus menerus semakin parah. dan sebagai cara menghindari munculnya tanda-tanda sifilis pada ibu hamil selanjutnya.

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Sifilis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *